Senin, 04 Februari 2013

Tata cara Konvoi



TATA CARA KONVOI


Konvoi yang melibatkan banyak mobil mengandung resiko lebih tinggi, jadi buatlah konvoi besar semakin aman, nyaman dan tetap sopan (safety riding). Safety Riding adalah cara berkendara yang aman dan nyaman baik bagi pengendara itu sendiri maupun terhadap pengendara lain.

Point-point yang harus diperhatikan :

  • Kelengkapan kendaraan bermotor standar.
  • Lampu depan, lampu rem, sein riting kiri-kanan, klakson yang berfungsi baik.
  • STNK dan SIM selalu siap / tidak expired.
  • Plat Nomor depan belakang.
  • Mematuhi peraturan lalu lintas. Paham rambu-rambu lalu lintas.
  • Hindari berkendara agresif. Sabar dan sopan dalam berkendara. Timbulkan simpati /kekaguman pemakai jalan lain terhadap perilaku berkendara kita. Tidak gampang terprovokasi dengan pemakai jalan lain, tidak arogan.
  • Mengerti posisi sesama pengendara/pemakai jalan bahwa jalan raya digunakan untuk bersama. Jadi sebisa mungkin menghindari perilaku-perilaku seperti meng-klakson berlebihan, menggunakan aksesoris yang dapat mengganggu pemakai jalan lain seperti klakson kebo/anjing, sirine, strobo dsb.

Istilah-Istilah Dalam Touring :

  • Kapten / Road Captain = Pimpinan Touring
  • Vorijder = Yang ngatur jalan dan harus tau tekhnik isyarat tangan & radio
  • Safety Officer = Yang ngarahin keselamatan anggota tour.
  • Sweeper = Pengatur barisan (formasi)
  • Technical Officer/Service = Bagian Teknik untuk kerusakan kecil.
  • Medical = Yang bertanggung jawab atas kesehatan anggota
  • Press/News = Dokumentasi perjalanan

Adapun tata cara konvoi adalah sebagai berikut:

1. Buat Rute Dan Checkpoint 
Ini merupakan kunci utama untuk menghindari perserta konvoi berjalan terlalu dekat. Dengan memberi tahu rute detail, seluruh peserta konvoi akan mendapat gambaran utuh tentang perjalanan. Dalam rute ini, cantumkan pula checkpoint, jarak masing-masing etape serta titik bertemu atau meeting point. Jadi misalnya ada yang tertinggal pun, peserta tahu akan bergabung lagi di tempat yang telah ditentukan. Dalam merancang rute, jangan biarkan konvoi berjalan non-stop lebih dari 100 Km tanpa perhentian. Tentukan tempat berhenti untuk istirahat 10-15 menit, bisa berupa pompa bensin atau rumah makan.

2. Anggaplah Sedang Berkendara Sendiri 
Cenderung lebih melelahkan justru karena faktor psikologis dengan berpikir kita sedang konvoi dan tak boleh lepas dari iring-iringan. Untuk itu, ketika menjadi peserta konvoi, anggaplah seperti sedang berkendara sendiri melalui rute yang sudah ditentukan. Berkendara pun jadi lebih santai dan disiplin berlalu lintas menjaga keamanan kian mudah dilakukan.

3. Jaga Jarak Aman Dan Beri Jalan 
Tentu saja ini standar baku bagi seluruh pengendara di jalan, termasuk konvoi. Selalu terapkan jarak minimal 2 detik ke mobil depan. Jangan takut dipotong kendaraan lain, karena sebagai konvoi yang sopan Anda juga mesti memberi pengguna jalan laik hak yang sama. Dengan menjaga jarak dan rela memberi jalan pada orang lain, citra klub Anda akan semakin harum. Banyak pengendara awam beranggapan konvoi adalah sesuatu yang bersifat arogan. Dan ketika Anda membuktikan sebaliknya, klub pun akan mendapat simpati dan senyuman dari sesama pengguna jalan.

4. Sein Lebih Awal 
Demi menghindari reaksi terlambat dari peserta konvoi di belakang, selalu gunakan sein lebih awal ketika hendak berbelok. Tak perlu terlalu lama, sekitar 1-2 detik lebih awal dari normalnya sudah cukup. Bila memungkinkan, komunikasikan juga via radio komunikasi saat akan membelok.

5. Gunakan Lampu Besar, Bukan Hazard 
Aturan simpel yang membedakan konvoi sopan dan provokatif. Menggunakan hazard mengundang banyak bahaya seperti pengendara di belakang lebih cepat lelah matanya, lampu sein jadi tidak berfungsi serta seakan meminta prioritas ke pengendara lain. Bila dirasa perlu untuk memberi tanda peserta konvoi, gunakan saja lampu besar, bukan lampu jauh. Selain tidak mengganggu pengendara lain, lampu besar juga dirasa masih sopan.

6. Menyalip Sendiri-Sendiri 
Bila kebetulan harus menyalip mobil di depannya pada jalan 2 arah, eksekusilah satu per satu jangan langsung berombongan. Selain lebih sopan pada pengendara lain, mobil yang telah mendahului pun bisa menginformasikan kondisi lalu lintas dari depan pada peserta lain yang hendak menyalip.

7. Komunikasi Radio 
Saat di jalan, gunakan komunikasi radio via HT. Bila tak semua peserta memiliki HT, setidaknya alat komunikasi ini bisa dipakai oleh pimpinan kelompok di paling depan dansweeper di bagian belakang. Bila ada banyak peserta yang memakai HT, haruslah ditetapkan aturan mainnya karena komunikasi HT tidak bisa 2 arah sekaligus. Tetapkan satu orang moderator untuk mengatur lalu lintas komunikasi. Jadi siapapun yang hendak memulai pembicaraan harus meminta izin dulu, supaya tidak terjadi tabrakan transmisi radio. Selain HT, ada baiknya seluruh peserta konvoi dalam satu kelompok mengetahui nomor ponsel masing-masing peserta. Dan tentu saja, semua aktifitas komunikasi dilakukan oleh co-driver supaya tak menggangu konsentrasi pengemudi.

8. Mobil Lebih Kecil Di Depan 
Bila peserta konvoi terdiri dari beberapa jenis mobil dengan ukuran berbeda, sebaiknya urutkan posisi terdepan dari ukuran mobil kecil ke besar. Ini akan membantu visibilitas pengendara di belakang saat beriringan.

9. Bagi Dalam Kelompok
Iring-iringan di atas 10 mobil sangat sulit untuk dikendalikan. Karena itu, bagilah kelompok konvoi maksimal per 10 mobil. Tiap kelompok memiliki pimpinan sendiri dan melakukan koordinasi internal sebelum melakukan perjalanan. Lantas lepaslah tiap kelompok dengan jeda 5-10 menit seperti halnya ajang reli. Kelompok-kelompok kecil seperti ini akan memberi efek positif bagi kesopanan di jalan serta kelancaran konvoi.


Do's & Dont's:

  • Nyalakan lampu utama rendah (low beam head lights). Lakukan pengecekan radio komunikasi. Penggunaan lampu strobe dan rotator tidak diperbolehkan kecuali oleh kendaraan pimpinan grup dari kepolisian.
  • Dianjurkan meminta pengawalan dari Polisi bilamana peserta konvoi berjumlah besar yang diperkirakan akan mengganggu kelancaran pemakai lalu lintas.
  • Jumlah kendaraan per group maksimal 12-15 kendaraan. Jika lebih buat kelompok baru. Disarankan untuk menggunakan frekuensi radio dengan jangkauan yang luas untuk konvoi lebih dari 10 mobil
  • Berikan lampu sinyal lebih awal setiap akan melakukan gerakan berbelok atau pindah jalur. Grup harus selalu berada di jalur tengah untuk jalan utama atau bebas hambatan dengan 3 jalur atau lebih.
  • Gunakan jarak antar kendaraan dalam grup minimal 2 detik untuk setiap kecepatan (yang tidak melebihi batas kecepatan yang diijinkan oleh peraturan).
  • Seluruh peserta konvoi bertanggung jawab kepada kendaraan di belakangnya. Pastikan kendaraan di belakang selalu melihat dan waspada akan keberadaan kita. Selalu melihat dan dilihat.
  • Apabila kendaraan di depan melakukan perlambatan, kita juga harus melakukan perlambatan (selalu cek spion secara berkala dan terus menerus).
  • Apabila ada pengguna jalan lain (bukan anggota grup) akan masuk ke dalam iringan konvoi (karena sesuatu hal mendesak, kurang waspada, antisipasi karena adanya konvoi dan lainnya), segera berikan ruang untuk masuk. Kita masih mempunyai banyak waktu untuk melakukan penataan ulang grup (regrouping) kembali. Jangan arogan! Konvoi sipil bukan berarti akan mempunyai hak khusus dalam penggunaan jalan umum.
  • Apabila konvoi terpecah, pimpinan grup atau Road Captain segera mencari tempat aman dan selamat (safe place) untuk berhenti dan memberikan waktu bagi anggota konvoi yang terpecah untuk bergabung kembali (regrouping).
  • Apabila pimpinan grup ataupun pengemudi anggota konvoi yang lain melihat keadaan yang mengharuskan konvoi untuk berhenti, komunikasikan pada kesempatan pertama melalui radio komunikasi untuk memberitahukan seluruh anggota konvoi dengan kata-kata : “braking” atau “stopping”. Hal ini juga untuk dapat memberikan waktu bereaksi dan antisipasi lebih baik bagi seluruh anggota konvoi (better overall reaction time).
  • Apabila pimpinan grup melihat kendaraan berlawanan arah pada jalan yang sempit, segera beritahukan kepada anggota konvoi lain untuk meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi melalui radio komunikasi.
  • Menyalip (Passing) : Apabila terpaksa harus menyalip kendaraan atau beberapa kendaraan lain yang bergerak lebih lambat, harus dilakukan satu persatu. Jangan melakukan dengan seluruh anggota grup.
  • Setelah grup menyelesaikan seluruh proses menyalip, lakukan penataan grup kembali melalui radio komunikasi.
  • Jika kondisi hujan : tingkatkan jarak antar kendaraan konvoi antara 4 – 6 detik dengan kecepatan antara 40 – 50 km/jam atau sesuaikan dengan kondisi aktual saat berkendara. Dalam kondisi hujan lebat, pandangan pengemudi jauh berkurang sehingga potensi resiko meningkat tajam. Apabila pimpinan grup memutuskan untuk berhenti, beritahukan melalui radio segera dan nyalakan lampu sein panjang (lama) sampai semua kendaraan berhenti ditempat aman.
  • Apabila Road Captain salah berbelok, jangan melakukan gerakan membahayakan dengan melakukan perlambatan secara tiba-tiba atau berbelok tiba-tiba. Segera beritahukan melalui radio komunikasi dan cari tempat aman terdekat bagi seluruh anggota grup untuk dapat berputar atau mengoreksi arah kembali.
  • Setiap pengemudi anggota grup diharuskan untuk mempelajari seluruh rute dan rencana perjalanan (itinerary) sebelum berangkat. Bersikap mental defensive dan berpikir jauh ke depan (use common sense), berkendara dengan berpikir seolah olah kita mengikuti rencana perjalanan dan peta kita sendiri, dari pada sebagai anggota konvoi

di ambil dari berbagai sumber..